BUNGA MALAM

 Seberapa kita perduli dengan diri ini, Terkadang ingin menikmati apa yang kami kerjakan dan apa yang kami hasilkan, semakin hari tubuh semakin lelah ,semakin letih namun nafsu dunia terlalu besar bagi kami .Bukan tentang seberapa kami puas tentang apa yang kami makan , apa yang kami beli dan bukan tentang apa yang kami nikmati .Jauh disana pria renta menanti , melambikan tangan dan terenyum seketika teringat diri ini sewaktu  kecil , berdiri didepan pintu dan tersenyum , begitu ia datang aku berlari dan memeluk  ,kenangan itu , rasa itu dan senyuman itu.
Kau Ayah dimana aku bisa belajar apa arti Kerja keras dan pengorbanan.
Seberapa lelah Dengan Tanggung Jawab ini , Seberapa kami ingin melepas lelah , menjauh dari beban dan menikmati waktu istirahat , aku dengan pandangan hidup bagaimana manusia itu harus bebas . Dibelakang wanita tua menepuk pundak mengagetkan , seketika terdiam . Bukankah suatu tangisan ditengah malam membuat perempuan itu  membuka mata dari lelapnya dan bergegas menenenagkan tangisan ? dan selelah apa kamu dengan tanggun jawabmu ?
Kau Ibu dimana aku Belajar arti kasih sayang.

Dunia bukan tentang bagaimana sekeliling berputar seperti maumu , kepedihan masa lalu tidak berarti kisah yang perlu dibuang , masa depan tidak selalu  tentang keberhasialan dan kesdihan bukan selalu tangisan.
Tersnyum untuk hari esok , bersedih untuk hari esok , kisah hari ini Berakhir dimalam ini.


Popular posts from this blog

SINGA UDARA

Kucing dan Jalanan Kota

IBU KOTA KE MANA ?