Becak Anies
BECAK PAK ANIES
Salam semua untuk pembaca yang sudi mampir ke blog gua semoga kalian selalu sehat amin.
Ok , judul kali ini gua bakalan nulis tentang berita yang lagi anget belakangan ini , yaitu tentang Gub DKI Anies Baswedan dan programnya yang mengizinkan kembali becak beroprasi lagi di ibu kota . Keputusan ini saya rasa sangat mengejutkan memang, mengingat dari era gub Sutiyoso becak sudah dilarang beroperasi lagi dengan alasan membuat macet jalanan, eitss itu bukan berarti gua menyimpulkan penyebab 100 % kemacetan di jakarta karena becak , selain becak banyak hal lain juga penyebab kemacetan di jakarta .
Alasann peraturan ini berlaku karena Pagub beralsan "Becak masih diperlukan dikampung-kampung , masih dibutuhkan emak-emak buat pergi kepasar juga", dan terlepas dari alasan yang mulia , alasann utamanya sudah barang pasti untuk memenuhi janji kontrak politik yang sudah di ucap di kampanye kemaren jadi wajarlah. Sejauh ini memang hanya itu alasan yang gua bisa simpulkan berdasar dari membaca berita di media online sejauh ini.
Adapun untuk program yang dikeluarkan dari hasil keputusan tersebut adalah "GOWES " dimana nantinya program ini akan mengajarkan tukang becak cara ngegenjot becak yang baik dan benar. selain program "GOWES" Pemprov DKI juga tengah membicarakan program becak listrik bersama PLN , dan nanti dalam 2 program ini kurang lebih berhubungan .Dimana tukang becak akan diajari cara menggenjot becak listrik yang katanya si wagub Pak Sandiaga uno berbeda dengan becak konvensional, Soo jadi kita tunggu sejauh mana program ini bisa berdampak bagi si tukang becak dan bagaima dampaknya untuk arus lalu lintas . Untuk syarat-syaratnya juga hanya tukang becak yang memiliki KTP Dki yang bisa ikut ,dan setelah didata akan dipasangkan stiker sebagai tanda dibecak masing-masing. dan becak hanya beroprasi dikampung-kampung dan tidak diperbolehkan ke jalan raya.

Sayangnya dari kebijakan tersebut muncul masalah dimana terjadinya Mobilisasi becak dari daerah luar jakarta . Wagub Sandiaga uno juga sempat mengeluarkan statement bahwa Mobilisasi Becak luar jakarata karena ada oknum daksi tersebut , Yah semoga itu semua bisa dibuktikanlah . Untuk membuat mengatasi masalah tersebut Pemprov dengan Polisi dan aparat Satpol PP bekerjasama menghalau truk yang membawa para tukang becak tersebut untuk balik lagi ke daerah masing-masing.
Dari apa yang gua sedikit tulis diatas gua kurang setuju untuk keputusan tersebut , karena becak untuk masa sekarang ini sudah tidak bisa banyak membantu baik untuk si tukang becaknya maupun warga yang membutuhkannya.Walupun masih ada alasan untuk peraturan itu dibuat , tapi lihat sekarang ini bagaimana perkembangan transportasi begitu cepat , mudah dan menawarkan banyak pilihan dan efesiensi waktu , sebut saja ada ojek online, taksi online , transjakarta , dan sbg. Lalu apa yang bisa saya usulkan supaya tidak disebut hanya bisa berbicara dan tidak punya solusi ? . Usul saya , paling tidak tiru program bu Risma di Surabya , bagimana Para tukang becak diberikan solusi ,menjadi petugas kebersihan dimana gaji yang diterima adalah UMK setidaknya itu lebih baik bukan ? atau kalo emang berat meniru , daripada dana abis buat program "GOWES' yang dimana anda harus mengajari tukang becak yang telah menjadi tukang becak bertahun-tahun sama halnya mengajari ikan berenang mending kasi modal atau berdayakan di program OK OC anda dimana slogannya d Modalin, Dicariin tempat, Dicariin Pembeli . Mantaaaap sekian sampai ketemu di tulisan berikutnya 



